Mewajibkan Pegawai Wanita Memakai High Heels: Diskriminasi? | Page 2 | Qerja

Mewajibkan Pegawai Wanita Memakai High Heels: Diskriminasi?

Steffi Teowira, 3 years ago
Mewajibkan Pegawai Wanita Memakai High Heels: Diskriminasi?

Topik kewajiban mengenakan busana tertentu punya argumen logis dari pihak perusahaan dan pegawai wanita. Ambil saja satu contoh: high heels.

Di satu sisi, penampilan pegawai sedikit banyak mencerminkan citra tempat kerja mereka dan menciptakan sejenis kesan aspiratif pada budaya perusahaan tersebut. Perusahaan mana yang tidak ingin dikaitkan dengan image positif? Jika perusahaan merasa high heels dapat menunjang penampilan, saat ini tidak ada aturan di Indonesia yang bisa melarangnya.

Di sisi lain, ketidaknyamanan, rasa sakit, dan imbas jangka panjang dari sering memakai high heels tidak bisa diabaikan. Jika perusahaan memiliki kewajiban untuk memastikan karyawannya nyaman dan aman saat bekerja, bukankah kewajiban memakai high heels yang menyiksa bertolak belakang dengan idealisme ini?

Terlebih lagi, mungkin tidak adil jika pegawai wanita diwajibkan memakai pakaian atau aksesoris tertentu yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan atau merugikan secara finansial, sementara pegawai pria sama sekali tidak dihadapkan dengan kewajiban yang sama.

Ketidakadilan sejenis ini mungkin tidak terasa terlalu problematik jika dibandingkan dengan kesenjangan gaji, namun bukan berarti bisa dipinggirkan begitu saja.

 

 

 



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next