Kamu Terlalu Baik Untuk Aku: 3 Signs You’re Too Nice at Work | Qerja

Kamu Terlalu Baik Untuk Aku: 3 Signs You’re Too Nice at Work

Qerja, 4 years ago
Kamu Terlalu Baik Untuk Aku: 3 Signs You’re Too Nice at Work

Sejak kecil setiap orang selalu diajarkan untuk menjadi orang yang baik. Seiring waktu, beberapa individu belajar bahwa menjadi baik kadang tidak menguntungkan, malah merugikan (omong-omong, that’s completely normal). Ketika Anda terlalu fokus pada kebutuhan dan kepentingan orang lain, Anda mungkin melupakan kebutuhan Anda sendiri. Hal serupa juga berlaku di tempat kerja. Sebagai seorang pegawai dan individu yang baik, Anda terus menerus mendahulukan kolega Anda, atasan Anda, perusahaan Anda.

Jika Anda memiliki target dan rencana untuk berkembang secara profesional, Anda beresiko menunda perjalanan karier Anda. Apakah ini berarti Anda harus berhenti menjadi seseorang yang baik hati di tempat kerja? Gunakan tanda-tanda di artikel ini sebagai opini dari sudut pandang lain untuk dijadikan pertimbangan dalam evaluasi karier Anda.

1. Anda Dikenal Sebagai Karyawan Ekstra Loyal
Jika Anda memang menyukai pekerjaan Anda, kami turut senang untuk Anda, tapi jika Anda bertahan walau pun Anda tidak bahagia hanya karena tidak enak hati meninggalkan pekerjaan saat semuanya sedang luar biasa sibuk, efek sampingnya perjalanan karier Anda jadi ‘terjebak macet’.Kembalilah ke target dan rencana karier Anda. Bila tidak ada lagi perkembangan diri dan ilmu yang bisa Anda dapatkan dari tempat kerja Anda saat ini, sudah waktunya Anda move on. Jangan terlalu mengkhawatirkan mereka yang akan Anda tinggalkan. Ada hal-hal lain yang bisa Anda lakukan untuk membantu transisi Anda sebagai pegawai yang akan keluar.

karir-jakarta

2. Anda Dikenal Sebagai Yesman/Yeswoman
 Jika selalu mengiyakan semua tugas yang dilimpahkan kepada Anda, termasuk pekerjaan remeh yang ‘dilemparkan’ oleh rekan kerja, Anda tidak akan punya cukup waktu dan energi untuk bertumbuh di sisi profesional, dalam arti Anda mungkin hanya dapat mengerjakan sebatas deskripsi pekerjaan Anda. 

Bila Anda mengincar kenaikan pangkat atau kenaikan gaji, Anda tentu perlu memberikan usaha ekstra yang dapat membuat Anda terlihat oleh atasan.  Tanyakan kepada diri Anda sendiri: Apakah pekerjaan ini akan membantu Anda untuk lebih diperhatikan atasan? Dengan mengerjakan pekerjaan tambahan ini, apakah Anda akan belajar skill atau pengetahuan baru? Bila jawaban keduanya adalah “tidak”, terutama jika Anda tidak menyukainya, tidak ada salahnya menolak dengan sopan dengan memberikan alasan yang masuk akal.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next