Keseimbangan Karier dan Keluarga Bagi Ibu Bekerja | Qerja

Keseimbangan Karier dan Keluarga Bagi Ibu Bekerja

Qerja, 4 years ago
Keseimbangan Karier dan Keluarga Bagi Ibu Bekerja

Tak mudah membagi waktu antara peran sebagai ibu dan seorang profesional. Kesulitan ini berpangkal dari pola pikir patriarki yang mengakar dalam masyarakat, bahwa ibu yang adalah sosok yang paling (satu-satunya) bertanggungjawab kepada tumbuh kembang anak.

Maka, tak heran jika “mommy war” antara ibu rumah tangga dengan ibu bekerja penuh waktu masih sering mewarnai postingan media sosial kita. Tanpa dibumbui oleh perdebatan sengit antara para ibu ini pun, dengan konstruksi sosial yang ada dalam masyarakat tentang perempuan, seorang ibu yang kebetulan memilih untuk juga berkecimpung dalam ruang publik sering terhimpit perasaan bersalah karena perhatiannya harus terbagi antara pekerjaan dan keluarga.

Berikut adalah cara untuk membantu memastikan keseimbangan antara karier dan keluarga Anda.

Belajar untuk melakukan single-task

Bekerja penuh waktu atau pun tidak, menjadi seorang multitasking adalah kelebihan semua ibu. Bahkan sebagian besar percaya, bahwa perempuan cenderung memiliki kemampuan super ini ketimbang lelaki. Tak heran jika banyak ibu yang bisa melakukan beberapa aktivitas sekaligus. Misal, memasak sambil membalas email pekerjaan.

Selama ini pengagung multitasking akan menganggap bahwa hal ini akan menghemat banyak waktu dengan menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.

Tahukah Anda? Bahwa pakar tidak sependapat dengan Anda. Melakukan beberapa hal sekaligus, justru akan memperlambat Anda atau membuang waktu lebih banyak. Psikolog Jeff Brown dari Harvard Medical School sekaligus penulis buku The Winner’s Brain, mengatakan bahwa setiap kali kita berganti mengerjakan antara satu tugas ke tugas lain yang dikerjakan secara bersamaan, sebenarnya kita membuang-buang waktu. Sebab saat berpindah tugas otak butuh waktu untuk fokus kembali ke tugas sebelumnya.

Tak heran jika yang terjadi adalah alih-alih puas dengan hasil pekerjaan yang selesai, Anda malah merasa telah putus asa dengan hasil yang seadanya. Jadi pusatkan perhatian Anda untuk satu menyelesaikan satu tugas, kemudian lihat berapa banyak pekerjaan yang bisa Anda selesaikan dengan hasil yang jauh lebih baik.

Ini juga sangat berpengaruh ketika di kantor, sebuah studi mengungkap bahwa individu yang sedang bekerja, ketika diinterupsi otaknya membutuhkan waktu beberapa menit untuk mendapatkan fokusnya kembali. Jadi pekerjaan justru akan melambat.

Jadi sebenarnya dengan melakukan beberapa hal sekaligus, tidak menghemat waktu Anda. Beri saja waktu, 30 menit hingga satu jam untuk fokus menyelesaikan satu tugas, kemudian setelah itu Anda mengerjakan hal yang lain.

Delegasikan tugas



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next