Ask the Expert: Terus Gagal Menangani Proyek | Qerja

Ask the Expert: Terus Gagal Menangani Proyek

Steffi Teowira, 2 years ago
Ask the Expert: Terus Gagal Menangani Proyek

“Saya adalah auditor di salah satu grup perusahaan besar Indonesia, dengan pengalaman hampir 7 tahun. Dari SMP, saya sebenarnya hobi dengan bidang komputer. Tetapi dulu belum se-booming sekarang dan di daerah asal saya, lulusan IT banyak yang kerja tidak di bidangnya.

Saat kuliah saya pilih Akuntansi karena merasa itu pilihan terbaik. Pertama, saya diterima di salah satu Big 4 Firm, tapi hanya bertahan beberapa bulan. Saya diterima lagi di Big 4 lain. Performa kerja saya tidak sesuai ekspektasi dan karena tidak dipromosi beberapa kali, saya keluar.

Ketiga, saya masuk di perusahaan sekarang. Pada awalnya, semua baik-baik saja sampai proyek ketiga, di mana saya harus melakukan audit dengan metode yang sama sekali berbeda. Ditambah lagi, saya harus berkunjung ke cabang padahal saya sudah bilang belum siap. Sesuai dugaan, saya gagal. Sejak itu, saya sering gagal jika harus travel ke cabang. Proyek terakhir, saya sama sekali gagal dan ditambah lagi kehilangan dokumen. Saat ini saya sedang bingung apakah saya sebaiknya resign atau bertahan.” – Raihan


 

Hai Raihan,

qc-jkt-2019

Soal gagal menangani proyek, percayalah kalau itu hal yang normal terjadi. Di setiap aspek karier di mana pun kamu bekerja, kecil sekali kemungkinan kamu akan 100% berhasil setiap saat atau bos kamu akan selalu berpihak padamu. Semakin banyak peluang yang kamu raih dan semakin besar risikonya, kemungkinan kamu untuk gagal juga semakin tinggi. Tapi sebagai gantinya, kamu pun belajar lebih cepat dan lebih mengenal kemampuan diri.

Jangan takut gagal. Yang penting setelah kamu jatuh, kamu segera bangkit kembali dengan merefleksikan kesalahan. Pelajari di mana kamu melakukan kesalahan agar tidak mengulanginya lagi. Jangan ragu juga untuk minta bantuan dari rekan kerja atau minta bimbingan dari atasan. Menjawab pertanyaanmu, apakah resign atau bertahan, tentu saja jika masih bisa berusaha, coba lagi dulu.

Sementara itu, sepertinya kamu merasa passion-mu ada di bidang IT, hanya saja tidak banyak peluang kerja di daerah asal. Perkembangan startup yang begitu pesat kini sebetulnya membuka banyak lowongan bidang IT. Luasnya lingkup IT ini berarti kamu juga bisa turut bekerja di startup digital tanpa latar belakang pendidikan IT, misalnya marketing atau bahkan akuntansi. Hal ini bisa jadi pertimbangan di masa depan.

 

ask the expert



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next