Dari Laut ke Langit: Meniti Perjalanan Karier Syahreza Syahrial | Qerja

Dari Laut ke Langit: Meniti Perjalanan Karier Syahreza Syahrial

Qerja, 5 years ago
Dari Laut ke Langit: Meniti Perjalanan Karier Syahreza Syahrial

Perjalanan karier Syahreza Syahrial bemula di dunia teknik, tepatnya industri minyak bumi, yang sepenuhnya menuntut presisi dan kepastian, kemudian beliau terjun ke sektor customer center, yang mana interaksi antar manusia dihargai dan kesantunan sangat dijunjung tinggi. Sebagai Head of Global Contact Center Services Garuda Indonesia, beliau sehari-hari menyumbangkan ide-ide brilian untuk menyempurnakan pengalaman pelanggan maskapai penerbangan nomor satu di Indonesia tersebut. Tim Qerja mengajak Anda melusuri perjalanan karier Syahreza Syahrial yang dimulai dari bekerja di laut hingga menjadi bagian dari industri yang membelah langit.

Pak Reza, mungkin bisa diceritakan sedikit tentang masa kecilnya?
Saya lahir di Jakarta, tapi bapak dan ibu saya orang Minang, orang Padang. Saya lahir di sini, tapi usia 3 tahun saya pulang kampung dengan orangtua, jadi saya besar di daerah Padang Pariaman, sekitar 40 km dari kota Padang. Kalau saya nonton film Laskar Pelangi itu serasa nonton hidup sendiri, persis seperti hidup saya di kampung. Bapak saya petani, ibu saya guru. SD, SMP, SMA saya di Lubuk Alung, lalu waktu kuliah di ITB, Bandung dan dari situ saya merantau lagi.

Dulu passion-nya apa, Pak?
Saya pengen jadi insinyur, makanya tujuan saya ITB. Sekolah saya ada di daerah yang baru berkembang dan saya termasuk yang pertama berhasil tembus sekolah di Bandung. Saat itu tahun 1988. Tekadnya itu, karena saya ingin jadi insinyur. Bapak saya adalah motivator utama saya; walaupun beliau adalah petani, beliau sangat punya visi. karena itu modal saya. Tanpa itu, kita seperti nggak ada arah. Yang meng-guide saya itu passion saya.

Bagaimana awalnya Bapak bisa masuk ke sektor pekerjaan Anda sekarang?
Latar belakang saya sebetulnya teknik, dunia eksakta yang 180 derajat dengan karier saya sekarang di customer service, customer care, customer relationship. Saya dulu sempat bekerja di laut, untuk oil service company, lalu saya berpindah jalur dari dunia teknik ke dunia service. Awalnya perpindahan saya itu karena saya tidak tertarik dengan dunia oil service, kemudian ada kesempatan dan saya pilih untuk masuk ke dunia customer care, yaitu tahun 1995.

Saat Bapak pindah dulu, prosesnya bagaimana, ya? Apakah direkrut atau mungkin di-refer?
Saya di-refer. Saat itu saya sedang cuti 40 hari di Jakarta dan kakak kandung saya punya teman di Indosat yang sedang mencari. Kebetulan background dan kualifikasi saya cocok, jadi saat cuti itu saya ambil kesempatan itu, walau status saya belum resign di perusahaan lama (chuckles). Prosesnya cepat dan saya langsung dikirim untuk set up process di Surabaya.

Sejauh ini, apa proyek yang paling Anda banggakan?
Hampir di setiap perusahaan yang saya masuki, saya selalu terlibat dengan proses set up, misalnya, tahun 90-an saat saya bekerja di sebuah perusahaan telco, saya terlibat di set up sistem dan people. BRI saya juga set up call BRI 14017 from zero, kemudian di salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, saya set up telebanking, kemudian di Esia, kami membenahi sistem operasional sehingga menjadi teratur, sesuai standar, dan dengan jangka waktu pendek. Lalu sekarang di Garuda, saya membenahi perubahan mindset terhadap contact center.

Jadi awalnya contact center berada di bawah direktorat marketing yang mindset-nya jualan dan kemudian di tahun 2013, shift ke direktorat service. Begitu mindset-nya dulu, yang penting transaksi, sementara kualitas layanan prioritas kedua atau ketiga atau tidak diprioritaskan sama sekali. Budaya service itu yang harus kita bangun. Bisa dibilang lebih dari 75% pengalaman saya ada di set up dan transformasi. Terus terang saya bangga, karena itu berarti saya ikut menentukan arah dan strategi unit kerja tersebut. Ketika ketemu lagi tim saya di BRI, mereka cerita, “Pak tahu nggak Pak, ruangan Bapak di BRI itu namanya masih ruangan Pak Reza.” (laughs).



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next