Benarkah Lulusan PTN Lebih Berpeluang di Dunia Kerja? | Qerja

Benarkah Lulusan PTN Lebih Berpeluang di Dunia Kerja?

Steffi Teowira, 3 years ago
Benarkah Lulusan PTN Lebih Berpeluang di Dunia Kerja?

Menjelang bulan-bulan kelulusan sekolah menengah atas, kedatangan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) selalu disambut dengan deg-degan dan penuh harapan. Selain menata nilai rapor dan prestasi akademisi jauh-jauh hari, bimbel dan buku panduan menembus tes masuk PTN pun ikut diburu sebagai persiapan.

Animo tinggi untuk mengisi bangku di perguruan tinggi negeri ini menimbulkan kesan adanya pola pikir “PTN or bust“, pokoknya harus masuk PTN.

PTN di mata calon siswa dan perusahaan

Mengapa PTN? Selain faktor biaya dan lokasi, pertama-pertama, prestise. Prestise yang menyelimuti sebuah universitas, terlepas apakah PTN atau PTS, biasanya berasal dari pencapaian di kompetisi, akreditasi, posisi ranking, sorotan media, dan lainnya.

Namun khusus untuk PTN, salah satu sumber popularitas ini adalah seleksinya yang dikenal ketat; mampu menembus tes masuk PTN dianggap sebagai sejenis pengakuan awal bahwa si murid termasuk seorang yang cukup cerdas.

Alasan kedua dan yang lebih digali di artikel ini yaitu adanya pandangan umum bahwa lulusan PTN kelak tidak akan sulit mendapat pekerjaan, karena perusahaan cenderung mengutamakan atau lebih menyukai kandidat lulusan perguruan tinggi negeri.

Ditambah lagi, lulusan PTN konon lebih mudah menempati posisi elit dalam jenjang karier perusahaan, bisa melaju ke posisi managerial hingga pemimpin perusahaan. Pemikiran sejenis tidak hanya berlaku untuk perusahaan BUMN atau posisi di pemerintahan, namun juga perusahaan swasta nasional dan multinasional.

Melihat dari sisi lain, ada saja perusahaan yang memiliki praanggapan bahwa tuntutan akademis dan jadwal kuliah PTN yang ketat membentuk individu yang lebih kompeten dibanding pesaingnya dari universitas swasta.

Setidak-tidaknya, nama PTN terkemuka yang terpampang di CV kandidat kerap menjadi “lampu hijau” untuk panggilan wawancara.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next