Menjawab Pertanyaan Ekspektasi Pekerjaan Saat Wawancara Kerja | Qerja

Menjawab Pertanyaan Ekspektasi Pekerjaan Saat Wawancara Kerja

Eka Utami, 3 years ago
Menjawab Pertanyaan Ekspektasi Pekerjaan Saat Wawancara Kerja

Saat memutuskan pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain, Anda pasti berharap mendapat pekerjaan lebih baik. Anda membayangkan bisa bekerja di kantor dengan budaya kerja yang kondusif. Anda ingin mendapat atasan yang memberi motivasi agar pegawai bekembang. Anda memilih lowongan pekerjaan yang menawarkan posisi dan gaji lebih tinggi. Anda juga mau menciptakan work-life balance.

Setelah Anda melakukan riset kecil-kecilan, ternyata ada perusahaan impian yang (katanya) bisa memenuhi keinginan Anda. Lalu, Anda bergegas mengirim lamaran dan bersiap pindah kerja.

Kemudian, ketika sesi interview, ternyata pewawancara melontarkan pertanyaan tentang ekspektasi Anda terhadap pekerjaan di perusahaannya. Mereka ingin mengulik masa lalu Anda. Apakah Anda pernah kecewa dengan tempat kerja sebelumnya? Apakah Anda menaruh harapan terlalu tinggi dan tidak realistis pada perusahaan yang dilamar? Bagaimana jika kenyataannya tidak semanis yang dibayangkan?

Sebenarnya, tidak ada jawaban pasti untuk menangggapi pertanyaan ini. Namun, Anda bisa mengikuti beberapa tips yang disarikan dari Thebalance.com berikut ini untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Jujur dan tetap positif

Ketika menanggapi pertanyaan soal ekspektasi pekerjaan, Anda pasti akan mengungkit masa lalu. Secara tidak sengaja, Anda akan menyebutkan beberapa hal yang membuat kecewa pada tempat kerja sebelumnya. Misalnya, waktu melamar di perusahaan sebelumnya, Anda hanya diminta mengerjakan tugas A, B, dan C. Namun, saat Anda benar-benar bekerja, ternyata taggung jawab yang dibebankan lebih besar dari seharusnya. Banyak pekerjaan orang lain yang dilimpahkan pada Anda. Padahal, gaji yang diterima tidak terlalu besar.

Anda bisa saja menyebutkan rasa kecewa pada pekerjaan yang tidak sesuai ekspektasi. Tapi, kalau bisa Anda menahan diri dan tidak mengatakan semua hal negatif sehingga terkesan menjelek-jelekan perusahaan lain. Anda tidak perlu menyebut faktor lain di luar pekerjaan yang membuat Anda tidak nyaman bekerja di tempat kerja sebelumnya. Misalnya, bos yang galak, aturan perusahaan yang buruk, atau rekan kerja yang mengganggu. Anda harus fokus menjelaskan tentang ekspektasi pekerjaan yang Anda ingin lakukan sesuai keahlian. Jangan sampai Anda justru terlihat membeci pekerjaan sendiri.

Masuk akal



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next