5 Hal dari Kepemimpinan Ahok yang Bisa Ditiru | Qerja

5 Hal dari Kepemimpinan Ahok yang Bisa Ditiru

Qerja, 4 years ago
5 Hal dari Kepemimpinan Ahok yang Bisa Ditiru

Kota DKI Jakarta merayakan Hari Ulang Tahun ke-489 pada Rabu (22/6) ini.

Dua tahun terakhir banyak perubahan yang terjadi pada Kota Jakarta. Di bawah kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ibukota negara terus berbenah. Beberapa perubahan yang kasat mata dapat dirasakan oleh warga, misalnya sungai-sungai dan kali yang mengaliri kota kini lebih bersih dan prestasi-prestasi lainnya. 

Sejak menggantikan Joko Widodo yang dilantik menjadi Presiden ketujuh pada 20 Oktober 2014 lalu, Ahok juga melakukan reformasi birokrasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, seperti lelang jabatan, menghapus pungli, menaikkan tunjangan kerja daerah, dan memecat PNS yang tak kompeten atau berani melakukan korupsi. 

Publik kerap melihat Ahok marah-marah. Berbeda dengan gaya Jokowi yang lebih kalem stereotipe priyayi Jawa, gaya Ahok yang berasal dari Belitung meledak-ledak. Sudah tak terhitung bawahannya yang kena semprot karena tidak perform. Ahok memang tidak sempurna, tapi lepas dari perdebatan mengenai Ahok, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari kepemimpinannya

Transparan

Ahok menunjukkan pemerintahan yang bersih dan jujur dengan memulai dari diri sendiri, kemudian ia menuntut bawahannya agar bersikap bersih dan jujur. Ahok menerapkan reward and punishment dalam manajemen kepemimpinannya. 

Mantan Bupati Belitung Timur itu membeberkan harta kekayaan dan gajinya yang bisa diakses oleh publik. Ia juga rajin melaporkan harta kekayaannya yang dimuat dalam Lembar Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).  

Ahok juga menyusun anggaran Pemprov DKI yang menggunakan sistem e-budgeting. Mekanisme penyusunan anggaran melalui sistem e-budgeting tersebut sudah transparan dan akuntabel.

Selain itu, Ahok membuat terobosan terkait proses perizinan dengan membentuk pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) yang memudahkan masyarakat.

Keterbukaan ini juga penting diterapkan di kantor Anda. Sebagai bos, penting untuk memberi contoh baik kepada pada bawahan. Jika Anda menuntut bawahan untuk bersikap jujur dan berdedikasi tinggi pada pekerjaan, tentu saja Anda harus melakukan hal tersebut terlebih dahulu.

Antikorupsi

Ahok adalah penerima penghargaan tokoh antikorupsi dari Perkumpulan Bung Hatta Anti Korupsi Award pada 2013, ketika ia masih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ketua Dewan Juri Betti Alisyahbana menilai Ahok sosok yang bersih, transparan dan profesional. Ia konsisten menjaga prinsip ini sejak menjadi anggota DPRD, Bupati Belitung, Anggota DPR hingga Gubernur DKI Jakarta saat ini.

Ahok membongkar dana siluman DPRD DKI Jakarta yang bikin DPRD berang. Kemudian, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan raperda tentang reklamasi.

Kerja keras Ahok selama memimpin Jakarta berbuah manis. Di bawah kepemimpinan Ahok, untuk pertama kalinya DKI Jakarta meraih empat penghargaan dari Bappenas yaitu Provinsi dengan Perencanaan Terbaik, Provinsi dengan Perencanaan Inovatif, Provinsi dengan Perencanaan Progresif, dan Millenium Development Goals (MDGs) 2016, Terbaik I Kategori Tingkat Pencapaian MDGs Tertinggi Tahun 2015. 

Jangan pikir korupsi cuma ada di kantor pemerintahan. Kantor swasta pun tak lepas dari ancaman korupsi. Tak hanya uang, korupsi juga dapat diartikan sebagai korupsi waktu dan sumber daya kantor lainnya. Sikap antikorupsi ini yang harus Anda terapkan juga di kantor.

Melayani dan pengabdian

Sebagai Gubernur, Ahok tidak memposisikan diri sebagai bos. Ia mengibaratkan DKI Jakarta sebuah perusahaan, di mana ia menjadi CEO sedangkan bosnya adalah warga DKI Jakarta. 



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next