Laura Saputra: Desainer Interior Harus Bermental Baja | Page 2 | Qerja

Laura Saputra: Desainer Interior Harus Bermental Baja

Qerja, 4 years ago
Laura Saputra: Desainer Interior Harus Bermental Baja

Kalau sedang penat biasanya saya memasak. Karena percuma melanjutkan pekerjaan kalau sedang penat, nanti jadinya malah stres sendiri. Kalau pikiran kita lebih tenang, ide biasanya muncul sendiri. Kalau saya, ketika saya sedang buntu saya akan mengerjakan sesuatu yang lain, tiba-tiba nanti suka kepikiran ide-ide baru. Selain masak saya juga suka travelling. Kalau travelling suka foto-foto, nanti kalau dikantor lagi mencari ide, buka-buka foto travellingnya, nanti ada ide dari background fotonya.

Apa Anda punya suasana kerja ideal? Misalnya sambil mendengarkan musik, dll.

My office is full of music. Kantor saya sama sekali tidak sepi, harus ada musik karena musik itu build up the mood. Di kantor saya ada satu senior desainer yang biasa kami panggi DJ, karena dia yang selalu memutar musik. Selain itu kantor saya selalu terbuka, orang boleh masuk boleh tanya. Dan kantor saya harus rapi. Walaupun kantor saya pasti berantakan karena kita sedang cari bahan dan ide tapi harus selalu ada yang ngeberesin.

Bagaimana Anda menjaga keseimbangan dalam hidup antara tubuh, pikiran, dan jiwa?

Meditasi, to keep myself sane. Saya usahakan tiap pagi hari agar saya tidak stres. Jadi melepaskan masalah yang kemarin dan tidak terlalu stres dengan masalah yang di depan. Meditasi juga membantu menenangkan diri sendiri jadi lebih fokus.

Apa yang menginspirasi Anda untuk terus berusaha hingga mencapai kesuksesan?

Saya suka seni dan pekerjaan saya. I love what I’m doing, saya rasa hal itu cukup untuk menginspirasi dan memotivasi saya.

Bagaimana cara bagi waktu antara pekerjaan dan keluarga?

Pagi saya menyempatkan waktu untuk mengantar anak saya ke sekolah. Meskipun ada sopir, saya harus jadi orang yang nganterin anak saya. Kalau malam seminggu tiga kali paling tidak saya harus bawa anak saya ke tempat tidur.

Apa yang membuat Anda sanggup menjalani hari-hari penuh kesibukan dan kelelahan?

Melihat hasil yang bagus dan sesuai dengan curahan hati saya, itu yang membuat saya merasa all my struggle is worth it. Untuk keluarga juga walapun saya sibuk, melihat anak saya yang senang dan masih mencari saya, walaupun capek it’s all worth it.

Kalau bisa memilih satu super power untuk dimiliki, Anda ingin punya super power apa?

I can juggle the time. Jadi saya bisa time travel ke 10 menit lalu dan bisa melakukan hal lain juga, seperti Hermione di Harry Potter.

Apa ada buku/film/game/aplikasi yang ingin Anda rekomendasikan?

Houzze.com. Selain itu sigria.co.id, jadi itu market place untuk desainer. Ada banyak desainer di sana yang berbagi karyanya, it’s good to start kalau untuk yang baru-baru. Kalau buku, saya rekomendasikan Tadawa Ando, arsitek Jepang. Konsepnya bagus, jadi hanya dengan satu material dia bisa buat desain yang bagus. Untuk interior desainer, yang harus dibaca adalah human dimension.

Apa Anda percaya dengan feng shui?

Menurut saya Feng Shui itu logis. Bagi saya feng shui adalah cara orang jaman dahulu menjelaskan  sesuatu yang logis. Walaupun ada beberapa yang belum bisa masuk logika saya.

Apa Anda punya bangunan favorit di Indonesia dan dunia?

Saya suka sekali Katedral Santa Maria del Fiore di Florence. Saya juga suka Katedral Milano di Milan, Itali. Saya suka karena detailnya luar biasa sekali.

Jika diberi kesempatan untuk mengulang kembali hidup atau peristiwa dalam hidup Anda, apa yang ingin Anda ubah?

Nggak ada. Saya menjadi diri saya saat ini karena apa yang pernah terjadi di hidup saya.

Satu tips dari Anda untuk para ibu yang bekerja?

Pasti orang tua ngerasa bersalah meninggalkan anak untuk bekerja, tapi selalu luangkan waktu untuk ngobrol walaupun cuma setengah jam usahakan untuk ada buat mereka. —Qerja.com

Baca juga: 

Menjadi Interior Designer: Karya vs Klien
Para Interior Designer membocorkan gaji mereka

 



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next