Menjadi Interior Designer: Karya vs Klien | Qerja

Menjadi Interior Designer: Karya vs Klien

Qerja, 4 years ago
Menjadi Interior Designer: Karya vs Klien

Menata interior rumah, toko, ataupun kantor ternyata tidak bisa sembarangan. Selain harus memiliki nilai estetika yang tinggi, fungsional dan sesuai dengan kebutuhan juga merupakan hal yang penting. Wanita yang telah menggeluti dunia interior design selama belasan tahun, Laura Saputra menjelaskan bagaimana cara menjadi interior designer yang baik untuk kamu yang ingin mengawali karier di bidang yang sama.

Selain memiliki talenta menggambar atau “good artistic taste”, hal apa lagi yang perlu dimiliki seseorang bila ingin mendalami karier di bidang desain?

Harus siap mental. Karena di pekerjaan ini kita akan mendapatkan berbagai macam penolakan. Misalnya kita sudah menggambar, mencurahkan hati kita, tiba-tiba klien tidak suka. Mental seperti ini harus ada karena desainer dan seniman itu berbeda, kalau seniman buat sebuah karya, kalau suka silahkan beli kalau tidak ya sudah. Tapi designer itu problem solver, jadi kita harus bisa mengerti kemauan klien.
Apakah artinya ungkapan “pelanggan itu raja” benar-benar berlaku?

Tidak. Buat saya komunikasinya lebih dua arah. Jadi mereka mengatakan apa yang mereka mau dan saya akan memberi mereka ide. Karena dengan mereka mempekerjakan saya, itu sudah berarti mereka membutuhkan bantuan saya. Jadi, desainer dan klien itu lebih seperti tim.

Apakah Anda pernah menjumpai klien yang keras kepala soal visi dan rencana? Bagaimana Anda mengatasinya?

Pasti ada ya klien yang begitu, tapi tidak banyak sih. Paling untuk klien keras kepala kita harus bisa menjelaskan secara logis, kalau tidak logis ya buat saya sendiri juga tidak bisa saya terima. Jadi saya selalu memperlakukan klien seperti saya ingin diperlakukan. Jadi sama-sama enak. Paling yang tidak logis dalam hal deadline. Baru-baru ini saya dapat proyek tapi deadlinenya dekat dan saya ngobrol sama tim saya, bisa atau tidak. Akhirnya kita memutuskan untuk tidak mengambil proyeknya. Dan memang lebih baik begitu, klien kita juga lebih senang begitu. Daripada kita bilang sanggup tapi ternyata tidak, lebih baik dari awal dibatalkan saja.

Sebaliknya, apakah Anda punya definisi klien ideal?

Klien ideal bagi saya adalah klien yang percaya sama saya. Jadi klien yang ketika mereka hire designer, mereka percaya sama designernya. Mereka tau apa yang mereka mau tapi mereka butuh bantuan ide-ide dari designer untuk merealisasikannya.

Aspek-aspek apa saja yang Anda sukai dari pekerjaan Anda? Bagaimana dengan yang tidak Anda sukai?

Hal yang saya sukai dari pekerjaan ini karena berhubungan dengan seni, I love arts. Selain itu pekerjaan ini membutuhkan detail. Dan saya suka sibuk, pekerjaan ini membuat saya sibuk. I’m just very passionate with my work. Kalau yang tidak disukai deadline. Karena deadline biasanya bikin stres apalagi deadline yang tidak masuk akal.

Apa yang membedakan desainer yang baik dengan mediocre atau bahkan desainer yang buruk?



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next