Menjadi Interior Designer: Karya vs Klien | Page 2 | Qerja

Menjadi Interior Designer: Karya vs Klien

Qerja, 5 years ago
Menjadi Interior Designer: Karya vs Klien

Hm, karena saya pernah mengajar di UPH, mungkin saya jawabnya lebih ke design mana yang saya beri nilai A dan mana yang C ya. Bagi saya tidak ada desain yang jelek atau bagus, yang ada hanya desain yang benar dan salah. Misal desainer tidak mengerti konstruksi bangunan, itu adalah hal yang fatal. Karena penempatan benda-benda juga harus melihat kekuatan bangunan.

Classroom versus workplace, hal-hal apa saja yang menurut Anda perlu diajarkan pada murid-murid desain (yang sekarang belum diajarkan) agar mereka siap menjadi desainer profesional yang berkualitas?

Mental tahan banting. Kalau saya lihat yang baru-baru sekarang agak manja. It looks like they work only for money.

Apakah menurut Anda apresiasi terhadap desain dan desainer sucah cukup baik?

Sekarang kalau dilihat-lihat orang yang tertarik dengan desain banyak. Pameran-pameran semakin banyak. Tapi kalau disuruh bayar untuk sebuah lukisan banyak yang tidak mau. Padahal untuk seniman atau desainer, membuat sesuatu tidak hanya menghabiskan waktu tapi pemikiran dan jiwa kami juga ada di dalamnya. Tapi untuk saat ini ketika teknologi sudah lebih maju, banyak media yang bisa diakses, kebanyakan orang jadi lebih mengerti bahwa desainer interior itu tidak hanya menggambar desain, tetapi juga menyelesaikan masalah Anda. Jadi mungkin untuk meningkatkan apresiasi terhadap desainer adalah dengan menyebarkan hegemoni di masyarakat melalui media.

Apakah di dunia desain, terutama desain interior, ada juga isu plagiarisme?

Banyak banget, terutama di Indoensia. Jadi benar-benar sama desainnya. Walaupun dalam desain interior 100% plagiarism agak jarang, karena seringnya kita terinspirasi dari karya orang lain.

Masih seputar topik serupa, seberapa penting sih, originality?

Ide yang original saya pikir tidak ada, semua hal pasti berkembang dari sesuatu yang pernah kita lihat atau sentuh. Everything that we create inspired by something. Kalau masalah produk, saya pun berusaha menghargai para designer dengan sebisa mungkin membeli yang asli.

Apakah Anda punya nasehat untuk pendatang baru di industri ini?

This industry is not as pretty as you think. Harus mau belajar dan tahan banting. Karena banyak sekali lulusan interior desain yang banting stir atau pindah haluan kerja.—Qerja.com



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next