Jangan Buru-Buru Resign Jika Mengalami Enam Hal Ini | Page 2 | Qerja

Jangan Buru-Buru Resign Jika Mengalami Enam Hal Ini

Qerja, 3 years ago
Jangan Buru-Buru Resign Jika Mengalami Enam Hal Ini

Sudahkah Anda bicara dengan pihak HR atau atasan mengenai hal ini? Banyak perusahaan yang punya kebijakan yang secara spesifik mengatasi konflik antar kolega. Jika bicara baik-baik tidak mempan dan drama kantor sudah mulai mempengaruhi kinerja kerja Anda, segera laporkan agar bisa ditangani pihak manajemen senior.

4. Tidak cocok dengan bos
Jujur saja, bos yang sempurna memang bagaikan hewan langka yang sulit ditemukan. Bos yang rese, pelit, galak, dan lainnya memang bisa menjadi poin negatif dari pengalaman kerja Anda, tapi sebetulnya asal beliau tetap profesional dan adil, Anda bisa berusaha fokus pada keseharian dan pekerjaan Anda.

Ingat saja kalau Anda tidak bisa mengontrol perlakuan orang lain pada Anda, tapi Anda bisa mengontrol respon Anda terhadap perlakuan tersebut. Ambil saja hikmahnya bekerja dengan bos yang menyebalkan. Lagipula, pasti ada alasan mengapa beliau berada di posisi atas saat ini, misalnya kemampuannya networking atau gaya kepemimpinan yang unik. Anggap ini sebagai kesempatan untuk belajar dari kelebihan-kelebihan beliau tersebut.

5. Ada tawaran dengan gaji lebih besar
Gaji besar adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan karier seseorang, tapi jangan jadikan tawaran luar biasa sebagai satu-satunya panduan Anda. Ada banyak aspek lain yang sama atau bahkan lebih penting, seperti kecocokan budaya, kesempatan belajar, dan lainnya. Jika Anda sepenuhnya nyaman di pekerjaan saat ini tanpa keluhan berarti, coba lakukan dulu riset mendalam mengenai perusahaan baru itu.

Pastikan dulu tawaran pekerjaan baru itu benar-benar sesuai dengan yang Anda inginkan dengan bertanya-tanya pada teman atau kerabat, atau mengecek ulasan perusahaan di qerja.com.

qc-jkt-2019

6. Ditekan teman atau keluarga
Jika Anda sendiri tidak bermasalah dengan pekerjaan saat ini, mengapa harus keluar? Jangan pernah lupa kalau Anda satu-satunya yang menjalani hidup ini. Katakanlah Anda keluar karena bisik-bisik teman atau keluarga yang merasa pekerjaan baru lebih sesuai untuk Anda. Bagaimana jika nanti Anda merasa tertekan di tempat kerja baru? Produktivitas Anda bisa menurun dan Anda pun malas menghadapi hari.

Ketidakbahagiaan Anda di tempat kerja yang tidak Anda sukai juga dapat mengacaukan keseimbangan antara work dan personal life bila tekanan yang Anda rasakan terbawa sampai ke rumah. Ambil keputusan untuk keluar hanya jika Anda sendiri sudah 100% yakin dan bukan hanya karena tekanan dari orang sekitar.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next