Inilah yang Terjadi Jika Anda Jarang Cuti | Qerja

Inilah yang Terjadi Jika Anda Jarang Cuti

Eka Utami, 2 years ago
Inilah yang Terjadi Jika Anda Jarang Cuti

Berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk liburan dalam setahun? Tidak ada? Apakah Anda hanya beristirahat di akhir pekan saja? Apakah jatah cuti Anda sudah menumpuk dari tahun ke tahun? Hati-hati, jangan sampai hangus!

Sebelum Anda berpikir untuk menjadi workaholic lagi di tahun depan, coba pertimbangkan dulu untung-ruginya untuk diri sendiri. Apa sih yang Anda kejar? Bonus yang besar? Promosi? Apakah Anda hanya tidak bisa cuti karena tenggelam dalam rutinitas? Apapun alasannya, Anda harus thu bahwa bekerja tanpa istirahat bisa menyebabkan dampak negatif pada kesehatan mental dan fisik. Berikut penjelasan seperti disarikan dari Qz.com.

Dampak negatif pada fisik

Ada hubungan yang kuat antara orang yang tidak berlibur dan risiko penyakit jantung. Para peneliti di Framingham mengumpulkan data pola liburan ibu rumah tangga sejak tahun 1948 hingga 1991. Berdasarkan studi tersebut, ibu rumah tangga yang hanya berlibur sekali dalam dua tahun lebih berisiko terkena serangan jantung dibandingkan ibu rumah tangga yang mengambil cuti dua kali setahun. Ibu-ibu yang jarang cuti juga dibayangi risiko masalah jantung yang fatal.

Para pria yang jarang cuti juga tidak luput dari ancaman penyakit. Berdasarkan penelitian yang dilakukan American Journal of Epidemiology selama 50 tahun, pegawai pria dan wanita yang melakukan pekerjaan rata-rata 10 jam sehari –atau lebih- 80 persen berisiko terkena jantung koroner. Menurut para peneliti hal ini mungkin terjadi karena adanya kaitan masalah kesehatan akibat paparan stres psikologis yang lebih lama.

Dampak negatif pada pikiran

Institut Kesehatan Ketenagakerjaan Finlandia menemukan fakta bahwa orang-orang yang bekerja lebih dari 11 jam sehari dua kali berisiko mengalami depresi berat dibandingkan dengan mereka yang bekerja 7-8 jam sehari. Pegawai yang mengalami jam kerja panjang itu bisa mengalami depresi meski tidak memiliki masalah kesehatan mental sebelumnya.

Sementara itu, sebah studi yang dilakukan di Universitas Uppsala, Swedia pada 2013 mengemukakan bahwa orang yang berlibur dapat meningkatkan kesehatan mental orang-orang di sekitar mereka. Para periset juga menemukan fakta bahwa ketika lebih banyak orang yang berlibur, maka obat yang dijual lebih sedikit.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami