Lima Pertanyaanmu Soal Pengampunan Pajak, Terjawab

Oleh Steffi Teowira, 5 years ago
Sejak beberapa bulan lalu, media dalam dan luar negeri gencar mengabarkan tentang tax amnesty atau pengampunan pajak di Indonesia. Kebijakan ini memang bukan yang pertama di tanah air, tapi jika berhasil, diperkirakan dampaknya akan luar biasa terhadap perekonomian Indonesia. 

Agar Anda dan orang sekitar yang membutuhkan dapat menikmati manfaat tax amnesty sepenuhnya, pahami dulu beberapa hal tentang program pemerintah ini.

1. Apa itu tax amnesty?

Tax amnesty atau pengampunan pajak adalah program penghapusan tunggakan pajak dan sanksi yang diberikan ]emerintah kepada para wajib pajak. Kebijakan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.03/2016 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan Pajak.

2. Siapa saja yang bisa menerima manfaatnya?

Yang dapat menikmati manfaat dari amnesti pajak ini termasuk:
  • Wajib Pajak Orang Pribadi;
  • Wajib Pajak Badan;
  • Wajib Pajak yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM);
  • Orang Pribadi atau Badan yang belum menjadi Wajib Pajak
Walau begitu, ada beberapa pengecualian. Anda tidak termasuk penerima fasilitas amnesti pajak jika:
  • Anda sedang terlibat penyelidikan dan berkas penyelidikannya telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan;
  • Anda sedang dalam proses peradilan;
  • Anda sedang menjalani hukum pidana atas tindak pidana di bidang perpajakan
3. Kenapa harus ikut program amnesti pajak?

Bagi pemerintah dan warga negara Indonesia secara keseluruhan, amnesti pajak mendatangkan sejumlah manfaat. Pertama-tama, ia diharapkan mendatangkan percepatan pertumbuhan ekonomi dari repatriasi kekayaan warga Indonesia yang ada di luar negeri dan peningkatan penerimaan pajak. Selain itu, amnesti pajak juga akan membantu menciptakan basis data perpajakan yang lebih komprehensif.

Manfaat yang bisa langsung Anda rasakan juga tidak kecil. Jika mengikuti program ini dan disetujui oleh badan yang berwajib, semua pajak terutang dan sanksi terkait di masa lalu akan dihapuskan, termasuk pajak pengalihan harta. Badan berwajib juga tidak akan melakukan dan menghentikan pemeriksaan dan penyidikan terhadap perpajakan Anda. 

4. Apakah tetap harus bayar? Kapan dibayar?
Ya, rumus dasarnya adalah Uang Tebusan = Tarif Tebusan X Nilai Harta Bersih. Nilai harta bersih adalah jumlah harta dikurangi hutang terkait harta. Nominal tarif tebusan tergantung lokasi Anda dan periode pembayaran:

Selanjutnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami