Setiaji: Karier PNS dan Jakarta Smart City

Oleh Steffi Teowira, 6 years ago
Dorongan untuk mengabdikan diri pada negara dan masyarakat mengantarkan Setiaji dari Bappeda hingga menjadi Ketua UPT Jakarta Smart City.

Jakarta Smart City adalah program pembangunan dan pengembangan kota Jakarta dengan memanfaatkan teknologi informasi dan data. Smart City juga akan meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemerintah dalam memanfaatkan data, aplikasi, memberikan masukan maupun kritikan secara mudah.

Siapa bilang perjalanan karier sebagai PNS itu membosankan? Setiaji menceritakan perjalanan kariernya yang penuh liku-liku kepada Qerja.

Ketika masih kecil, apakah Anda punya role model?


Karena saya lahir di tahun 70an dan saat itu biasanya role model umum itu orang-orang besar seperti presiden. Kebetulan tanggal lahir saya sama dengan tanggal lahir presiden saat itu, yaitu Pak Harto. Ini terpatri di diri saya sampai waktu masih kecil, saya sempat punya cita-cita menjadi presiden.

Apakah ada kebiasaan atau nasehat yang ditanamkan orangtua atau guru yang membentuk pribadi Anda saat ini?

Pertama tentunya yang agak tradisional: harus banyak belajar dan kurang-kurangi bermain. Kebetulan waktu masih SD saya kebanyakan bermain sampai harus dihukum dilarang keluar rumah. Ketika saya SD kelas 5, ada mata pelajaran yang mendapat nilai merah dan sejak itu, saya jadi sadar sendiri kalau prestasi jadi menurun.

Saya juga ditanamkan untuk banyak membaca dan waktu itu saya memang gemar baca sampai buku pelajaran saya bawa ke sebelum tidur dan WC.

Jadi dari cita-cita sebagai presiden itu, kemudian apa yang mengubah pandangan Anda?

Saat SMA, saya mulai terarah untuk menjadi insinyur karena waktu itu, pembangunan-pembangunan gedung sedang pesat-pesatnya juga. Saat itu perkembangan IT belum begitu pesat, jadi lebih ke arah arsitek dan insinyur.


Setiaji (berdiri, tengah) saat rapat bersama Ahok dan Jokowi. Foto: Jakarta Smart City

Apa saja kontribusi latar belakang pendidikan Anda pada karier Anda saat ini?

Tentu saja sangat berguna. Waktu pemilihan jurusan, saya memang agak didorong orangtua masuk jurusan IT karena mereka melihat saya sering utak-atik komputer. Mungkin mereka merasa bakat dan minat saya ada di sana. IT saat itu belum booming sekali, tapi sudah mulai ngetren. Apalagi sekarang. Latar belakang saya di bidang itu sangat membantu pemahaman saya terhadap pekerjaan saya saat ini.
 
Jadi apa yang menginspirasi Anda untuk berkarier di badan pemerintahan alih-alih masuk ke dunia korporat?

Pas saya masuk itu juga kebetulan sedang krismon dan orangtua saya juga pegawai pemerintahan. Saya ingin mengikuti jejak mereka dengan mengabdi kepada masyarakat, walau saat itu gajinya masih lebih besar di swasta.

Ibarat lilin, saya lebih senang jika orang di sekeliling saya mendapat faedah dari apa yang saya lakukan walaupun saya sendiri bisa terbakar.

Selanjutnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami