Keseimbangan Kehidupan Kerja Selama Masa Kehamilan | Qerja

Keseimbangan Kehidupan Kerja Selama Masa Kehamilan

Eka Utami, 3 years ago
Keseimbangan Kehidupan Kerja Selama Masa Kehamilan

Keseimbangan kehidupan kerja adalah sebuah tantangan—tidak peduli status Anda bos atau bawahan. Ketika memasuki masa kehamilan, Anda semakin sulit menjalankan dua peran: sebagai pegawai dan wanita hamil. Apalagi, kalau sebelumnya Anda sudah punya anak, maka waktu pribadi semakin sempit.

Selama masa kehamilan sekitar 38 sampai 40 minggu, Anda bertanggung jawab atas kesehatan dan pertumbuhan jabang bayi. Fakta bahwa masa kehamilan terjadi selama 9 bulan adalah tantangan bagi ibu bekerja. Selama masa itu, Anda tidak dapat benar-benar mengatur waktu untuk pekerjaan dan meluangkan waktu untuk diri sendiri. Anda harus belajar cara menyeimbangkan antara profesionalitas dan kehidupan pribadi. Berikut tantangan dan kiat menyeimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan selama masa kehamilan seperti disarikan dari Working Mother.

Jujur pada atasan

Sebagian wanita memilih untuk menyembunyikan kehamilan ketika masih berusia dini. Namun, bagaimanapun atasan Anda akhirnya akan mengetahuinya. Sebaiknya, Anda langsung jujur pada bos ketika mengetahui kondisi kehamilan.

Jika atasan dan rekan kerja mengetahui kondisi kehamilan Anda, maka mereka akan menyesuaikan diri. Misalnya, dengan bersiap menerima beban kerja tambahan ketika Anda harus izin dari kantor untuk memeriksakan diri ke dokter. Jadi, Anda tidak perlu takut akan mendapat diskriminasi di tempat kerja.

Habiskan waktu dengan beristirahat di rumah

Istirahat sangat penting selama masa kehamilan. Anda tidak hanya perlu memastikan waktu tidur yang cukup, tetapi juga kualitas istirahat yang baik. Bagi kebanyakan ibu hamil, masalah seperti sleep apnea—gangguan kesehatan berupa napas yang terhenti secara tiba-tiba pada saat tidur—menjadi perkara yang lebih sulit. “Sleep apnea dapat mengurangi kualitas tidur, wanita hamil yang mengalami masalah itu dapat merasa kurang istirahat dan tidak bertenaga pada siang hari,” kata ahli medis di bidang obat tidur Mark Walton. “Kondisi ini dapat berdampak pada kualitas hidup selama masa kehamilan, seperti kekurangan tidur berkepanjangan yang dapat berdampak pada suasana hati dan fungsi kognitif.” Jadi, kalau Anda tidak memerhatikan waktu tidur, jam kerja Anda malah jadi tergangu.

Tinggalkan pekerjaan di kantor



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next