Empat Alasan Pegawai “Asal Bapak Senang” Adalah Parasit Perusahaan | Qerja

Empat Alasan Pegawai “Asal Bapak Senang” Adalah Parasit Perusahaan

Steffi Teowira, 2 years ago
Empat Alasan Pegawai “Asal Bapak Senang” Adalah Parasit Perusahaan

Kuasa besar atasan terhadap masa depan karier pegawai memberi kesan kalau kepuasan atasan adalah nomor satu; seorang karyawan berkualitas jika tidak disukai oleh atasan juga bisa menghadapi risiko karier mandek. Fenomena karier seperti ini menjadi salah satu alasan besar munculnya pegawai-pegawai ABS (Asal Bapak Senang) atau AIS (Asal Ibu Senang).

Di beberapa lingkungan kerja, menjadi pegawai ABS dianggap sebagai satu-satunya cara agar tidak dipinggirkan atau didepak bos, entah itu karena karakter atasan yang keras kepala atau pegawai yang kurang percaya diri. Karena itu, bagi mereka, menjadi pegawai ABS tak lebih dari sekedar trik untuk bertahan di perusahaan.

Namun, tidak sedikit juga individu ambisius yang berharap jalan suksesnya dimuluskan dengan sengaja menjilat dan berusaha menyenangkan atasan, termasuk mengiyakan semua opini dan permintaan beliau.

Seorang atasan yang baik perlu sadar kalau tujuan utama keberadaan seorang pegawai adalah membantu memajukan perusahaan, bukan untuk menyenangkan atasannya. Karena itu, jadikan daftar alasan yang terinspirasi dari americanexpress.com ini sebagai pengingat agar para manajer dan CEO tidak mudah tergoda oleh puji-pujian dan lebih objektif dalam memberi penilaian.

1. Pegawai ABS tidak selalu jujur

Mengkritik bos bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Jika tidak hati-hati, bos bisa tersinggung dan berbalik menyerang Anda. Pegawai ABS cenderung tidak berani atau tidak ingin menjadi sosok yang mengkonfrontir atasan, meski atasannya melakukan kesalahan. Mereka hanya menyatakan apa yang ingin didengarkan oleh atasannya, padahal seorang atasan perlu mendapat input jujur, baik atau buruk, agar bisa mengoperasikan bisnis yang sehat.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next