Tips Wawancara Kerja Sambil Makan Siang | Qerja

Tips Wawancara Kerja Sambil Makan Siang

Eka Utami, 2 years ago
Tips Wawancara Kerja Sambil Makan Siang

Makan siang di luar kantor seharusnya bisa membuat Anda senang. Anda bisa melupakan sejenak pekerjaan yang menumpuk. Tapi, kalau makan siang dibarengi dengan wawancara kerja, rasanya menjadi agak tegang. Posisi duduk di hadapan perekrut pun menjadi kikuk.

Mungkin terkadang Anda merasa aneh mengapa manajer perekrutan mau mengorbankan waktu istirahatnya sendiri dengan mewawancarai kandidat pegawai saat jam makan siang. Sebenarnya, ada banyak alasan yang membuat pewawancara memilih melakukan mengadakan sesi interview kerja di luar kantor sambil makan siang. Menurut pendapat Ahli Strategi Karier J.T. O’Donnell yang dikutip situs Monster, wawancara kerja sambil makan siang bisa jadi karena terpaksa, di mana kedua belah pihak terdesak oleh waktu dan tidak bisa mengorbankan jam kerja. Namun, bisa jadi alasannya karena manajer pererutan tidak ingin pegawai tahu kalau perusahaan sedang membuka lowongan untuk posisi tertentu.

Alasan lain yang membuat manajer perekrutan mengajak kandidat pegawai untuk wawancara kerja sembari makan siang karena untuk mengetes kemampuan pelamar kerja dalam interaksi dengan klien dan pertemuan bisnis yang berat. Atau, bisa juga manajer perekrutan mengajak makan di luar karena ingin mengesankan Anda yang telah terpilih sebagai kandidat terbaik. Apapun alasannya Anda harus punya persiapan yang cukup jika suatu saat diundang wawancara kerja sambil makan siang. Berikut beberapa hal yang boleh dilakukan dan bisa dihindari selama sesi wawancara kerja tersebut.

Hal yang harus dilakukan

Pelajari tentang restoran yang menjadi tempat pertemuan. Jika manajer perekrutan yang memilih restoran tempat pertemuan, maka Anda bisa menjadikannya sebagai “senjata” untuk memukau perekrut sejak awal. Pertama, Anda bisa memelajari sedikit serba-serbi restoran. Misalnya, Anda memahami bahwa bangunan restoran itu sebelumnya adalah rumah makan lain yang tidak terlalu sukses, atau restoran ini adalah tempat yang sering Anda lewati saat pulang kerja.

Setelah itu, Anda bisa melibatkan pewawancara ke dalam pembicaraan tentang restoran. Anda bisa menanyakan apakah perekrut memang sering datang ke tempat tersebut dan makanan yang menjadi favoritnya.

Ajukan pertanyaan lebih dulu. Setelah obrolan ringan tentang restoran, Anda bisa bertanya basa-basi pada manajer perekrutan. Pertanyaan seperti, ‘Bagaimana Anda bergabung dengan perusahaan?’ dan ‘Apa yang paling kamu sukai saat bekerja di sana?’ bisa mencairkan suasana.

Hati-hati dengan pengaruh pewawancara. Perusahaan akan membangun suasanya santai saat wawancara kerja. Mereka mengirimkan pewawancara yang mungkin seusia dengan Anda, dengan latar belakang yang sama pula. Jika Anda sudah merasa terlalu akrab, mungkin akan kehilangan kewaspadaan. Secara tidak sadar, Anda akan bersikap kurang formal. Maka, Anda harus hati-hati agar tidak terbawa suasana.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next