Belajar Startup Digital Bersama CEO Muda Tyovan Ari

Oleh Steffi Teowira, 5 years ago

Apa saja tantangan yang dihadapi komunitas startup secara umum di Indonesia dan apa yang bisa mereka dan pemerintah lakukan untuk menghadapinya?

Saat ini kita bersaing dengan startup-startup dari luar negeri. Di aspek ini, peran pemerintah seharusnya mendukung perkembangan industri lokal baik melalui insentif dan program-program, atau dukungan berupa regulasi.

Kalau kami di Bahaso dan pelaku startup lokal lebih sering terbentur masalah infrastruktur, misalnya jaringan di Indonesia kurang merata dan masih terfokus di pulau Jawa dan kota-kota besar. Bahkan di Jawa sendiri, pembangunan jaringannya masih tidak tersebar rata. Masih ada saja yang sinyalnya masih menggunakan GPRS.

Kompetisi memang merupakan salah satu tantangan, tapi bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai pecut untuk memacu kita agar bisa bersaing lebih baik. Untuk hal ini, soal regulasi bisa diperbaiki lagi agar persaingannya adil dan sehat.

Bahaso punya misi untuk mengedukasi masyarakat terkait pembelajaran bahasa asing. Apa ada taktik khusus untuk menjangkau masyarakat lebih luas seperti di desa-desa?

Kita memang akan fokus dulu di daerah dengan koneksi lebih baik. Di tahap awal kita akan terlebih dulu masuk ke kota-kota besar, lalu perlahan masuk ke desa-desa yang sudah punya infrastruktur memadai. Selain online, Bahaso juga punya komunitas offline yang bertemu dan berinteraksi untuk praktek setiap minggu. Itu salah satu cara kita untuk menjangkau lebih banyak pengguna.

Dengan pencapaian Anda sendiri sebagai contoh, apakah ini berarti siapa saja bisa membangun startup? Atau menurut Anda ada kriteria individu tertentu yang bisa sukses di bidang ini?

Semua orang punya kesempatan yang sama untuk membangun start up. Bedanya adalah siapa yang berani memulai dan mengambil risiko yang akan meraih kesempatan tersebut. Banyak juga anak muda yang takut mengambil risiko, takut gagal, terlalu banyak berpikir, sehingga sulit mengambil langkah awal. Padahal ketakutan-ketakutan ini adalah penyakit yang bisa dihilangkan. Caranya? Misalnya seperti saya, harus memiliki tujuan hidup selain mengejar materi. Asal penghasilan cukup untuk keluarga dan kebutuhan sendiri, dan bisa menjalankan apa yang saya yakini, tidak ada lagi yang perlu ditakuti.

Hidup seseorang kadang bisa berada di atas dan bisa di bawah. Ketika di atas maupun di bawah, apapun harus disyukuri. Soal punya uang atau tidak bukan lagi sebuah masalah, asal apa yang saya lakukan bisa memberi imbas positif pada orang-orang di sekeliling saya.—Qerja.com


Sebelumnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami