Tips Menghadapi Wawancara Kerja Kedua | Qerja

Tips Menghadapi Wawancara Kerja Kedua

Eka Utami, 2 years ago
Tips Menghadapi Wawancara Kerja Kedua

Anda merasa hebat setelah wawancara kerja pertama dengan calon atasan di kantor. Kemudian Anda diminta menunggu telepon dari staf sumber daya manusia untuk membuat janji wawancara kedua. Ketika tim HR benar-benar menghubungi, Anda langsung merasa gembira dan menang!

Kemudian, secepat kilat, perasaan itu digantikan oleh kegelisahan dan ketakutan. Kini Anda menyadari bahwa wawancara kedua akan menjadi momen yang menentukan. Anda bisa saja bersinar atau gagal sama sekali.

Sebelum panik, sebaiknya Anda rileks dan menikmati momennya. Ingatlah kalau kesempatan wawancara kedua berarti perusahaan sangat tertarik untuk memekerjakan Anda. Setelah Anda tenang, kini saatnya memersiapkan diri untuk wawancara kedua seperti disarikan dari Situs Monster berikut ini.

Menyusun rencana

qc-jkt-2019

Tujuan wawancara kedua adalah untuk menunjukkan Anda adalah yang terbaik, punya segudang prestasi dan pengetahuan. Anda punya kesempatan menguraikan proyek sukses yang dikerjakan di masa lalu. Saat wawancara, Anda harus membuat pewawancara percaya pada kemampuan dan keterampilan Anda. Jangan sampai perekrut yang banyak bicara. Anda harus mendominasi sesi wawancara ini.

“Menjual diri”

Wawancara pertama mungkin hanya melibatkan pertanyaan yang lebih umum. Namun, dalam wawancara kedua kemungkinan akan lebih intens, terutama untuk posisi teknis. Mungkin Anda akan berhadapan dengan pertanyaan titipan dari konsultan atau staf senior untuk membantu bagian teknis wawancara. Mereka tahu caranya mendapatkan inti keterampilan kandidat. Ini adalah saat Anda harus berani dan “menjual diri”! Jadi, siapkan banyak cerita tentang prestasi pekerjaan Anda di masa lalu. Jangan malu-malu menjawab saat ditanya rencana proyek-proyek masa lalu yang berhubungan dengan posisi yang sedang dilamar.

Menjelaskan detail tentang keahlian yang dimiliki

Pewawancara ingin mendengar penjelasan detail yang Anda miliki. Misalnya, seseorang kandidat mengaku ahli dalam bidang analisis, maka pewawancara akan bertanya tentang teknik yang digunakan. Lebih lanjut, perekrut juga mengklarifikasi tentang bagaimana mendapat data dan informasi akurat.

Bersiap untuk pertanyaan rumit



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next