Berteman Dengan Bawahan: Ide Buruk? | Qerja

Berteman Dengan Bawahan: Ide Buruk?

Steffi Teowira, 3 years ago
Berteman Dengan Bawahan: Ide Buruk?

Jika Anda sudah malang melintang di dunia kerja beberapa tahun, Anda mungkin punya bayangan terhadap karakter bos ideal. Ketika tiba giliran Anda sendiri menjadi atasan, Anda pun beraspirasi menjadi atasan yang cool dan dapat berteman dengan bawahan. Meski begitu, pandangan ini bisa jadi berefek negatif pada gaya kepemimpinan Anda, misalnya mudah dituduh pilih kasih, kepentingan personal dan profesional yang saling berbenturan, dan lainnya.

Bukan berarti Anda hanya punya pilihan untuk jadi atasan yang dingin dan kaku. Hanya saja, bijaklah membedakan dengan jelas pertemanan dan hubungan profesional dengan bawahan Anda. Pertimbangkan beberapa komplikasi yang bisa muncul jika Anda terlalu karib dengan pegawai.

1. Risiko pilih kasih

Ya, Anda berusaha berhati-hati agar tidak menunjukkan kalau Anda selalu mengutamakan teman Anda. Tapi tanpa Anda sadari, Anda mungkin melakukan tindakan pilih kasih yang menyebabkan beberapa pegawai merasa risih atau setidaknya, memunculkan prasangka di antara anggota tim lain.

Setiap langkah yang Anda ambil akan selalu mengundang kecurigaan, bahkan jika Anda tidak bermaksud demikian. Pegawai lain akan bertanya-tanya apakah setiap peluang dan kelebihan yang Anda berikan pada teman Anda itu sifatnya adil atau hanya sebatas nepotisme.

2. Menggoyahkan hubungan

Garis batas antara hubungan pribadi dan profesional mudah menjadi buram: konflik di kantor bisa menyebabkan hubungan pertemanan menjadi terganggu dan perselisihan pribadi bisa mengkompromi kolaborasi di kantor.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next