Lima Langkah Mengakomodasi Pegawai Yang Sedang Hamil | Qerja

Lima Langkah Mengakomodasi Pegawai Yang Sedang Hamil

Steffi Teowira, 3 years ago
Lima Langkah Mengakomodasi Pegawai Yang Sedang Hamil

Suatu hari, Anda dihampiri pegawai yang mengabarkan kalau ia sedang hamil. Di satu sisi, Anda turut bahagia untuknya. Di sisi lain, Anda tahu kalau kehamilan pegawai ini akan mempengaruhi kinerja kerjanya dan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.

Menyeimbangkan antara kepentingan pegawai dan perusahaan memang tidak mudah. Namun, dengan komunikasi terbuka dan bijak mengambil langkah, niscaya semua pihak yang terlibat akan mendapat hasil terbaik.

1. Pelajari Undang-Undang

Untuk menavigasi kondisi yang sensitif ini, lebih baik ambil aman dan rujuk ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang mengenai hak-hak apa saja yang perlu diberikan pada pegawai wanita yang sedang hamil dan kondisi-kondisi terkait.

Di Indonesia, hak-hak pegawai saat hamil dan paska hamil secara umum diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003, khususnya pasal 82 dan 83.

2. Merujuk ke peraturan perusahaan

Selain hak dasar yang tercantum dalam Undang-Undang, mayoritas perusahaan juga punya preferensi soal tanggung jawab dan hak pegawai mereka masing-masing. Misalnya, ada perusahaan yang memberi cuti melahirkan lebih panjang, kompensasi moneter, atau menawarkan cuti pada si ayah bila bekerja di perusahaan yang sama.

Pelajari juga aturan dalam perusahaan Anda untuk memastikan tidak ada kebingungan saat menentukan lingkup kewajiban pegawai dan perusahaan.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next