Agus Lahinta: Sosok dengan Berbagai Profesi | Qerja

Agus Lahinta: Sosok dengan Berbagai Profesi

Eka Utami, 3 years ago
Agus Lahinta: Sosok dengan Berbagai Profesi

Agus Lahinta tercatat sebagai dosen di jurusan Teknik Informatika Universitas Negeri Gorontalo sejak 2001. Meski awalnya hanya mengikuti keinginan orangtua, lama-lama Agus menikmati perannya sebagai pengajar. Sebenarnya, dia juga punya bakat di bidang lain, yaitu sebagai pembawa acara dan pembaca berita. Ia bahkan sudah menggeluti dunia broadcaster sebelum menjadi dosen. Hingga kini Agus masih menjalani keduanya.

Tidak berhenti sampai di situ, Agus pun mulai terjun ke bisnis kain lokal Gorontalo sejak 2014. Meski tidak punya bekal ilmu desain, tapi dia bisa menjadi Creative Director di Rumah Karawo dan membawa kain lokal Gorontalo menjadi terkenal. Penasaran dengan tiga profesi yang digeluti Agus? Bagaimana dia menjalani dan membagi waktunya? Simak penuturan Agus Lahinta kepada Qerja berikut ini.

Bagaimana awal mula berkarier sebagai dosen?
Kalau mau jujur, profesi dosen tidak pernah terlintas di benak saya sebelumnya, sama sekali tidak pernah. Yang ada malah karir di bidang entertainment khususnya news anchor atau broadcaster. Namun nasib berkata lain. Saya ‘diharuskan’ pulang ke Gorontalo setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Yogyakarta. Peluang saya untuk menjadi dosen di salah satu PTN di Gorontalo terbuka lebar saat tahun 2001. Mudah bagi saya untuk sampai diterima sebagai dosen, karena memang SDM Sarjana Komputer tidak ada. Saat masuk, saya adalah sarjana komputer kedua yang dimiliki (PTN tersebut). Sedangkan (sarjana komputer) yang pertama sedang studi lanjut S2. Jadi akhirnya saya menjadi dosen dan memilih menetap di Gorontalo sampai dengan saat ini.

Kenapa memutuskan menjadi seorang dosen?

Awalnya memang karena mengikuti keinginan orangtua. Namun, akhirnya saya menikmati juga profesi menjadi seorang dosen, karena berbagi ilmu itu menyenangkan. Apalagi ketika melihat anak didik menjadi orang pintar atau menonjol dalam prestasi berkat didikan saya. Hal ini yang membuat saya mantap untuk memutuskan menjadi dosen. Saya juga berpeluang untuk melanjutkan studi lagi ke jenjang lebih tinggi.

Apa suka duka selama menjadi seorang dosen?

Suka duka sih banyak ya. Kalo sukanya, jadi banyak yang kenal terutama mahasiswa, bisa menjadi pembicara pembicara yang berhubungan dengan disiplin ilmu atau lainnya. Dukanya ya kalo lagi banyak jadwal mengajar atau jadwal bimbingan atau jadwal menguji. Kebetulan saya mengajar di jurusan Teknik Informatika yang jumlah mahasiswanya banyak serta pengajarnya tidak terlalu banyak. Oh ya, sukanya lagi, bisa libur panjang juga kalau musim liburan semester.

Selain dosen, Anda juga dikenal sebagai seorang MC dan presenter. Bagaimana latar belakang menggeluti dunia tersebut ?

Sebelum menjadi dosen saya memang dikenal sebagai penyiar di salah satu radio swasta di Makassar, Sulawesi Selatan. Nah, talenta ini yang saya lanjutkan saat menetap di Gorontalo. Sekitar tahun 2003, ada TV lokal pertama di Gorontalo. Saya menjadi presenter di TV itu. Ternyata saya adalah penyiar TV pertama di Gorontalo.

Dunia radio dan TV yang digeluti membuat saya mendapat tawaran menjadi MC untuk beberapa acara, baik di kampus atau di luar kampus. MC menjadi sesuatu (pekerjaan) yang menyenangkan karena saya bisa memperluas jaringan pertemanan pada semua kalangan.

Apakah Anda masih ingat honor pertama dari pekerjaan sebagai MC?



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami