Mengundurkan Diri atau Menunggu Dipecat? | Qerja

Mengundurkan Diri atau Menunggu Dipecat?

Eka Utami, 2 years ago
Mengundurkan Diri atau Menunggu Dipecat?

Apakah Anda merasa akan dipecat? Ketika Anda melihat ekonomi sedang tidak baik dan akan berdampak negatif pada perusahaan. Mungkin saja Anda berpikir kalau Anda adalah salah satu orang yang akan disingkirkan dari kantor.

Selain kondisi perusahaan yang tak menentu, tanda-tanda pemecatan juga bisa terasa dengan cara lain. Misalnya, Anda telah mendapat beberapa kali peringatan saat evaluasi. Anda juga mendengar gosip tentang pemecatan itu. Lalu, apa yang harus Anda lakukan? Apakah Anda akan membiarkan diri dipecat agar mendapat pesangon atau memilih mengundurkan diri sebelum dipecat?

Sebagian karyawan berpikir untuk mengundurkan diri sebelum dipecat. Mereka tidak ingin merusak catatan karier. Pilihan ini juga masuk akal. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan resign atau menunggu pemecatan seperti disarikan dari The Balance.

Keuntungan berhenti sebelum dipecat

Ada beberapa kelebihan yang bisa Anda rasakan jika memutuskan berhenti sebelum dipecat. Pilihan ini layak untuk dipertimbangkan. Jika meninggalkan pekerjaan sesuai keinginan sendiri, maka Anda bisa menjelaskan pengalaman kerja masa lalu dengan cara yang lebih positif pada calon atasan di masa mendatang.

Saat proses pengunduran diri, Anda bisa menegosiasikan hari terakhir bekerja, kompensasi –seperti uang pengganti cuti yang belum terpakai-, atau rekomendasi yang layak. Perusahaan akan menghemat uang karena tidak harus membayar pesangon. Sementara Anda masih bisa mendapatkan beberapa keuntungan, walaupun nilainya tidak sebesar pesangon.

Jika sudah memutuskan untuk mengundurkan diri, pastikan Anda menekankan kesediaan untuk bekerja keras sampai hari terakhir bekerja. Jangan lupa menyebutkan bahwa Anda akan mempertahankan sikap positif selama masih bekerja di perusahaan.

Masalah yang mungkin timbul setelah mengundurkan diri

Resign sebelum dipecat memang memiliki konsekuensi negatif berkenaan dengan pesangon. Masalah lainnya adalah keberlangsungan pendapatan bulanan. Jika Anda tidak memiliki pekerjaan lain sebelum berhenti kerja, mungkin Anda perlu menguras tabungan selama masa transisi. Jadi, penting untuk Anda mempertimbangkan keuangan sebelum memutuskan berhenti kerja. Apakah sisa tabungan Anda bisa memenuhi kebutuhan selama masa pencaian kerja?

Jadi, jika sudah ada sinyal-sinyal pemecatan, sebaiknya Anda tidak gegabah dan langsung mengundurkan diri. Sebaiknya, Anda tetap bertahan sambil mencari pekerjaan baru. Anda mungkin lebih mudah mendapatkan pekerjaan baru jika masih berstatus karyawan di satu perusahaan dibandingkan saat menyandang predikat pengangguran. Anda juga bisa lebih percaya diri di hadapan pewawancara. –Qerja.com

Sumber Foto: Flickr

 



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next